Witch Yoo Hee Episode 5

Posted: March 13, 2012 in Sinopsis
Joon Ha mendekati Yoo hee lalu menciumnya, perlahan-lahan Yoo Hee menutup matanya. Semua hanya hayalan Yoo Hee. Joon Ha yang sudah keluar dari lift memanggil Yoo Hee, Yoo Hee tersadar dari lamunannya. Ia keluar sambil menunduk malu.
Moo ryong akhirnya sampai di restoran tempat pertemuan mereka, matanya mulai mencari-cari dan menemukan Yoo Hee tersenyum padanya, Moo ryong membalas tersenyum dan hendak melambai saat menyadari bahwa senyum Yoo Hee bukan untuknya melainkan untuk Joon Ha yang juga baru datang entah dari mana (dari toilet mungkin?). Sebelum Moo Ryong masuk, datang Se Ra yang langsung menyapanya.
Moo Ryong dan Joon Ha saling diperkenalkan, Moo Ryong mengenali Joon Ha sebagai cowok yang dingin dan tidak ramah saat dipesta dan saat menabraknya di pintu swalayan. Mereka lalu berjabat tangan, di mana Moo Ryong sengaja tidak melepaskan tangan Joon Ha bahkan memegang tangan Joon ha dengan kedua tangannya. Se Ra dan yoo Hee hanya bisa melihat dengan heran kelakuan dua cowok didepan mereka, yang akhirnya behenti berjabat tangan setelah di minta duduk oleh Sera.
 
Akhirnya sera mengakui ia sengaja tidak memberitahu Yoo Hee akan rencana kedatangan Joon ha, karena hawatir Yoo Hee tidak akan mau. Se Ra sebenarnya khawatir soal kejadian rok melorot itu, yang mungkin sedikit memalukan. “sedikit?” kata Moo ryong tertawa, Yoo Hee kesal dan hendak menginjak kaki Moo ryong dengan hak sepatunya (yang tinggi dan tajam–sadis Yoo hEe) tapi urung saat di dengarnya Moo ryong melanjutkan perkataannya “justru itulah pesonanya Yoo Hee, sebuah celah kecil dari kesempurnaanya.”
Moo ryong berperan sebagai pacar yang perhatian, ia memotongkan makanan dipiring yang lalu ia berikan pada Yoo Hee. Joon ha melihatnya tanpa ekspresi (agak heran liahat pangeran Yul disini, ekspresinya jadi Yul atau Joon Ha gak ada perubahan….. jadi lebih suka ma Jae Hee).

Sera  mulai bercerita bahwa Joon ha akan menikah dalam waktu satu bulan lagi, sementara ia juga memuji Yoo Hee yang akhirnya menemukan pasangannya. Sesaat kemudian Se Ra teringat kalau Moo ryong dan Joon Ha sama-sama dokter. Se ra bertanya di RS mana Moo ryong bekerja. Moo ryong tertawa “aku minta maaf, sebenarnya berbohong”. Yoo Hee mulai terlihat cemas “sebenarnya aku sedang menganggur, aku merahasiakannya dari Yoo Hee karena aku takut ia akan meninggalkanku” Waah, Se Ra lagsung bangga pada Yoo Hee yang akhirnya membuat seorang cowok takut kehilangan dirinya. Yoo Hee lega, namun kecemasannya tadi langsung menimbulkan reaksi, YOO HEE KENTUT, wkwkwkwkw. Saat semua orang menutup hidungnya, Yoo Hee merasa menyusut saking malunya.
 
Moo Ryong yang menyadari Yoo Hee pelakunya, langsung tertawa meminta maaf, dia mengatakan mungkin itu karena stres tidak punya pekerjaan di tambah masalah pencernaan.
Sara tertawa, “Jadi itu kau? Ku pikir itu Yoo Hee” (Se Ra nih di satu sisi nyebelin banget)
Moo Ryong permisi ke toilet.
Saat masih di urinoir (tempat pipisnya para cowok), masuk Joon Ha. “katanya kau sakit perut? kenapa kau ada di sini?” kira2 gitu deh pertanyaannya Joon Ha.
Moo Ryong menjawab santai (kalo gak salah) “setiap orang punya cara tersendiri menyelesaikan masalahnya”
Joon Ha juga sempat menanyakan apakah Moo ryong tahu Yoo Hee tuh dulunya seperti apa. moo Ryong tersenyum (gak tau tuh Joon Ha, laha yang ngerubah Yoo Hee kan Moo ryong) dan menjawab singkat “ia orang yang baik” lalu Moo Ryong mengibaratkan Yoo Hee tuh seperti lobster, yang keras dan berduri di luar, tapi dalamnya lembut.
Moo Ryong lalu mencuci tangannya diwastafel di samping Joon Ha. Joon Ha rupanya masih penasaran “Apakah kau mencintainya?”
“Nah itu …” moo Ryong diam sejenak, mengelap tangannya dengan saputangan “Aku kira begitu. Mengapa kau bertanya? ” Moo Ryong tanya balik menatap Joon Ha
“karena aku merasa ada sesuatu tentang kalian yang salah, sepertinya ada yang di tutupi. “
Moo ryong menjawab lagi dengan santai, sementara Joon Ha memastikan bahwa ia hanya ingin Yoo Hee bahagia, menurutnya Yoo Hee adalah wanita yang baik.
Sebelum pergi Moo Ryong menegaskan “Tentu saja” karena menurutnya kalau ada orang yang melepaskannya, orang itu pasti akan sangat menyesal. Gatian Joon Ha yang menatap kepergian Mooryong (kayaknya ada sesuatu dari perkataan Moo Ryong yang ngena deh)
Di perjalanan pulang, Moo ryong dan Yoo Hee berbincang santai. Moo ryong mengatakan bahwa Yoo Hee pasti sangat menyukai Joon Ha, tapi dia harus meng-upgrade standar nya. Joon Ha tidak tepat untuknya, Joon Ha itu tipe cowok  yang berpikir dengan kepalanya, bukan hatinya. Yoo Hee menanggapinya dengan ” kau mau turun disini?” wkwkwkwk Moo ryong terpaksa diem.
Ada adegan yang gak nyambung sih, adegan Johny berenang, wkwkwk, kalo liat yang ini tar Rha bisa jelalatan….. Johny membuat kreasi masakan baru sebagai alternatif menu, semua mencicipi dan Johny menanyakan apa keistimewaannya. Setelah beberapa asisten kokinya mencoba menjawab tapi Johny terlihat belum puas, dari arah belakang “rasa cinta, rasa itulah yang harus ada dalam setiap masakan” Johny tersenyum puas, dan menyuruh mereka mengingatnya dengan baik. Ia lalu mengajak si pemberi jawaban mendekat dan memperkenalkannya sebagai staf baru di Le Sommet (ralat, dulu aku kasih namanya Le Paris). Koki utama yang dulu pernah mecat Moo ryong menunduk-gak tau karena kesel atau malu.
Moo Ryong harus seperti yang lain, asisten koki yang baru masuk hanya bertugas yang ringan-ringan saja seperti bersih-bersih atau membawakan sayuran.
Tapi Moo ryong yang sedang mencari pasangan untuk Yoo Hee, selalu mencari kesempatan untuk memperhatikan Johny. sampai-sampai  Mari (asisten koki cewek yang selalu mencoba menarik perhatian Johny) menyangkanya seorang Gay, wkwkwk., yang tentu saja di sanggah Moo ryong.
Sementara itu, pak Lee kembali memberikan satu lagi kencan buta, Yoo Hee melakukan yang terbaik dengan mengingat nasihat Moo Ryong.
Ia ingat “pria suka melihat wanita makan dengan baik juga tidak pilih-pilih makanan”, Yoo Hee langsung bersemangat akan menyuapkan sepotong besar daging, lalu tiba-tiba ia teringat jangan terlihat rakus” (??) lupa, pokoknya akhirnya dagingnya dipotong dulu jadi lebih kecil baru disuap. Kencan berjalan lancar, Yoo Hee memerima telepon dari Moo Tyong yang menyuruhkan agar tersenyum lebih manis. Yoo Hee heran bagaimana Moo Ryong bisa tahu, dengan rasa penasaran ia mulai mencari-cari Moo Ryong dan menemukannya dua meja di depannya.
 
“apa yang kau lakukan?”
 
 “aku hawatir kau akan mengacau lagi”
 
“apa yang kau lakukan?”—————————“SENYUM!!”
“apa kau ingin bermain-main sekarang?”
“ada apa?’ tanya kencannya Yoo Hee sambil menoleh ke belakang mencari tahu yang membuat Yoo Hee mengalihkan perhatiannya dari Moo Ryong. Setelah itu Yoo Hee mencari Moo Ryong tapi tidak menemukannya lagi. Saat ia menoleh ke jendela, ternyata Moo ryong melambaikan tangannya dari luar, Moo Ryong hendak pulang. Moo Ryong penasaran ingin tahu teman kencan Yoo Hee yang sepertinya pernah ia lihat. Dan ia teringat seseorang yang pernah di ceritakan padanya. (lupa mungkin episode 3 –kelewat gak keceritain, saat Yoo Hee kehabisan calon teman kecan buta, Moo Ryong memohon pada sahabatnya Sung Min yang saat itu bekerja sebagai manager biro jodoh untuk mencarikan lagi calon. Saat itu mereka sedang direstoran. Datang seorang cowok -yang pernah jadi klien Sung Min- datang membawa cewek. cowok tadi ngobrol sebentar dengan Sung Min sementara yang cewek duduk. Intinya cowok tadi hanya bersenang-senang sama cewek, sampe ketemu cewek kelas kakap -dalam hal status dan harta-).
Sesampainya di rumah, Moo ryong mengatakan semuanya pada Yoo Hee, namun Yoo Hee tidak percaya dan bahkan menganggap Moo ryong itu cemburu, yang di bantah Moo Ryong. Bahkan dengan sengaja dia menelpon teman kencannya tadi dan dengan senang hati menetapkan kencan lanjutan besok malam.
Hari berikutnya, Moo Ryong memaksa memakan masakan Johny yang tidak habis yang di bawa Mary, Johny melihatnya dan memberinya peringatan jika sekali lagi ia melihatnya Moo Ryong akan di pecat. Setelah selesai shiftnya, Moo Ryong berganti pakaian, dan saat akan keluar ia melihat cowok kencan Yoo Hee sedang berdiri menerima telepon lalu kembali ke meja Yoo Hee.
Moo Ryong yang khawatir kembali ke dapur dan menemui Johny, ia mengatakan semua pada Johny, tapi pembicaraan mereka belum selesai saat johny harus menyiapkan masakan untuk tamu VIP.
Teman kencn Yoo Hee menerima telpon, setelah melihat berkeliling merasa tidak ada orang, ia mulai mengatakan rencananya akan mengajak minum Yoo Hee di hotel dan memesan kamar. Dia hanya mengencani Yoo Hee karena presdir Ma yang memintanya, dan menyatakan akan segera mengakhiri permainan. Moo Ryong yang sakit perut sedang berada di dalam salah satu toilet, ia mendengar semua dan akan segera keluar menyelamatkan Yoo Hee. Tapi naas, tissue toiletnya habis, moo Ryong harus menunggu sampai ada seseorang yang masuk ke toilet.
Moo ryong segera berlari mencari Yoo Hee dan tidak menemukannya, ia bahkan menanyakan pada Johny dan kembali menegaskan Yoo Hee dalam bahaya sebelum ia kembali berlari keluar mencari Yoo Hee.
Hari sudah mulai gelap, saat Yoo Hee berjalan keluar. Teman kencan Yoo Hee menaruh tangan di pundaknya Yoo Hee, dan ia mengajak Yoo Hee untuk melanjutkan minum bersama. Tiba-tiba dari belakang muncul Moo ryong yang meminta cowok itu menjauhi Yoo Hee. Cowok tadi tidak terima, ia mulai berkelahi dengan Moo ryong, sayang Moo Ryong kalah tenaga dan hampir di tinju saat sebuah tangan menghalanginya, TANGAN JOHNY. cowok tadi berusaha menyerang Johny, tapi Johny yang badannya jauh lebih kekar dengan mudah mengalahkannya dan menyuruhnya pergi.
 
“Pergi!! Pergi dari pandangan ku!” kata Johny, cowok itu menurut dan langsung pergi.
 
Yoo Hee marah karena Moo Ryong dan Johnya mencampuri urusannya. Ia bahkan akan menampar Moo Ryong yang lebih sigap menangkap tangannya. Moo Ryong mencoba menjelaskan itu semua karena sudah diatur oleh presdir Ma.
Yo Hee bergegas pergi meninggalkan Moo Ryong dan Johny, ia marah sekali. Melampiaskannya dengan mengebut dan menyalip sebuah mobil yang agak lambat. Pengemudi mobil yang di salipnya tidak terima, ia menyusul dan menghalangi jalan, lalu turun memarahi Yoo Hee. Yoo Hee yang tengah kesal, tanpa babibu  langsung melumpuhkan si pengemudi dengan tendangan2 mautnya. bwahahaha, cari mati tu orang.
Di rumah, Yoo Hee marah merobek kontrak mereka dan menyuruh Moo Ryong pergi. Kemudian datang Johny, Johny meminta Moo Ryong mengambilkan minum sementara ia mendekati Yoo Hee, lalu duduk disampingnya dan menghibur nya “aku datang untuk menawarkan bahuku”  katanya. —– aku mau aku mau!!!ai ngacung wkwkwkw
 
Dari ambang pintu, Moo Ryong yang membawakan minum untuk Johny, mengamati mereka dan tersenyum Johny bisa sedikit menghibur Yoo Hee.
Esoknya Yoo Hee masih dengan suasana hati yang jelek, ia terus menyuruh Moo Ryong untuk pergi lagi. Moo Ryong pura-pura menurut dan menyangka Yoo Hee tidak serius, jadi saat Yoo Hee memanggilnya, ia sangat senang. Tapi ternyata Yoo Hee memanggilnya untuk mengingatkan mengapa ia pergi tanpa membawa barang-barangnya. “kau buang saja!” jawab Moo ryong kesal dan keluar, bwahahahaha.
Yoo Hee datang ke kantor dan marah di hatinya digambarkan dengan membuat beku semua yang dilewatinya–hahahah, another cartoon.
Pak Lee kembali menerima telpon dari presdir Ma, ia meyakinkan presdir Ma bahwa apapun yang terjadi pak Lee akan selalu mendukungnya. Saat berbalik dan melihat kaki bersepatu wanita, Pak Lee benar2 kaget, tapi ia lega karena itu sekertaris, bukan Yoo Hee. Pak Lee akan keluar ruangan saat tiba2 Yoo Hee datang dan membuka pintu dengan keras dan bertanya pada sekertaris “mana pak Lee? katakan aku mencarinya”. Padahal pak Lee dibelakang pintu dan kejedot ampe idungnya berdarah, wkwkwkwk.
Presdir Ma mendapat peringatan dari pak Lee agar segera pergi karena yoo Hee yang sedang marah besar akan mendatanginya. Presdir Ma sudah menyuruh supirnya untuk menyiapkan mobil dan sedang membuka pintu saat dilihatnya Yoo Hee sudah ada didepannya.
“kau ingin aku minta maaf kepadamu?” tanya ayahnya
“kau ingin meminta maaf kepadaku?” Yoo Hee bertanya balik dengan dingin. Yoo Hee menegaskan semua yang dilakukan ayahnya semata karena perusahaan bukan karenanya, ia juga menyinggung soal ibunya “Ketika Anda bercerai dari Ibu, anda mengatakan semua demi dia. Tapi apakah anda tahu apa yang dia inginkan dari Anda? Hanya satu kata hangat. Tapi kau mengusir dia seperti itu, dan membuatnya membawa anak satu” (aku agak gak yakin sama translate-an si Otv-aku agak bingung mencerna kata2nya-bwahahah, bahasa tingkat tinggi)
Yoo Hee lalu mengatakan bahwa ia tak akan mau jadi pewaris Grup MK, jadi ia minta agar ayahnya tidak mencampuri urusannya lagi. Ayahnya dengan emosi menampar Yoo Hee, yang segera pergi dengan terluka.
Saat sedang mengirim pesanan, Song Hwa melihat sekelompok anak sedang memalak dua anak yang lain, setelah ia mengusir anak-anak itu ia langsung pergi. Tapi ternyata anak yang di palak itu salah satunya Palan  dan ia mengenali Song Hwa. Song Hwa lalu mengajaknya ke restorannya. Eun Jo memperhatikannya makan dan sedikit kesal saat dipanggil ahjumma.
Ayah Moo Ryong hanya tersenyum nelihatnya. Sementara Ibu Moo Ryong yang baru datang juga menyukai anak itu dan memujinya “ia lucu sekali, mirip dengan Moo Ryong waktu masih kecil”. Tapi saat ia tahu Palan itu adiknya Yoo Hee, ibu Moo Ryong langsung meralat kata2nya. hohoho, jangan subjektif gitu dong bu….
“apakah kau menculiknya sebagai jaminan Moo Ryong?” bisik ibunya kepada Song Hwa, dan ia terkejut karena Moo Ryong sedang berada di rumah. Moo Ryong lalu membawa palan ke rumah Yoo Hee.
Yoo Hee hampir marah saat pulang ke rumah ia masih melihat Moo ryong, namun ia lebih terkejut karena melihat Palan. Yoo Hee teringat saat remaja ia baru pulang sekolah melihat ayahnya menggendong seorang anak kecil “siapa dia?” tanyanya dan ayahnya menjawab “ini adikmu” Yoo Hee meminta Moo ryong mengantar Palan pulang, namun Palan tidak mau, ia ingin di antar pulang oleh kakaknya.
Terpaksa Yoo Hee mengantar Palan pulang, ia yang tidak ingin bertemu ayahnya tidak bisa buru-buru pulang karena Palan terus memintanya tinggal. Saat itu, ayah mereka tiba. Palan tanpa berkata lagi langsung masuk kerumah, dan Yoo Hee langsung akan membuka pintu mobilnya. Sebenarnya ayahnya memintanya masuk sebentar, namun Yoo Hee hanya mengangguk permisi dan pergi.
Yoo Hee tiba di rumah dan melihat Moo Ryong masih ada di sana, sedang tertidur di sofa dengan beberapa botol kosong Soju, jadi dia memutuskan untuk membiarkannya saat ini.
Yoo Hee masuk ke kamar dan dilihatnya berbagai macam penganan (marshmallow?) dengan post-it: “Ayo kita teruskan kontrak kita!” Di sampingnya lembaran kontrak yang semalam di sobeknya sudah disambung2  kembali.
Moo Ryong bangun dan mencoba mengintip Yoo Hee, ia langsung berlari dan menghempaskan badannya ke sofa untuk melanjutkan pura-pura tidurnya saat Yoo Hee kembali keluar. “yeba, ambilkan aku anggur” kata Yoo Hee
“ya maam” Moo ryong menjawab dan langsung bangun, wkwkwk ketauan banget biobgnya dia, tapi Yoo Hee yang sudah mulai reda marahnya cuek aja.
Dan mereka mulai mengobrol santai. Moo Ryong kembali menanyakan cowok tipe ideal yoo Hee, agar ia  dapat cepat membantu mencarinya. Yoo Hee tidak menjawab, jadi Moo Ryong menebak cowok itu cinta pertamanya. Melihat reaksinya, ia berkata, “Benar? Aku benar. “
Moo ryong melanjutkan pertanyaannya, yang di jawab seseorang yang profesional-ahli. Dan mempersempitnya “ahli dalam pisau”
“gangster?” tanya Moo Ryong.
“seseorang yang datang dari luar negri” ——“berpakaian putih”
 
Sementara Yoo Hee berpikir tentang Joon Ha, Moo Ryong membayangkan Johnny.
pisau dokter bedah versus pisau koki. “ah, standarmu tinggi sekali” gerutu Moo ryong.
Esok paginya, Moo ryong mengajak Johny sarapan pagi bersama. Mereka sedikit membahas tentang Yoo Hee, menurut Johny Yoo Hee dan Moo ryong sudah seperti pasangan, namun Moo ryong mengelak bahwa hubungan mereka jauh lebih rumit dari itu. Menurut Johny makanan yang mereka makan itu enak sekali, namun ia ingin merasakan daging panggang, dan bertanya jika Moo ryong tahu restoran yang enak. Moo ryong yang merencanakan menjodohkan Yoo Hee dan Johny langsung mengambil kesempatan untuk mengundangnya ke apartemen Yoo Hee, Moo Ryong yang akan memasak.
Saat dirumah, sebelum pergi Moo ryong mengutarakan rencananya dan menanyakan apa yang ingin di makan yoo Hee, saat Yoo Hee menjawab daging panggang, Moo ryong langsung mengatakan mereka benar2 sehati.
Joon Ha menghadap direktur rumah sakit (yang juga ayah tunangannya).
Walau kalian putus, bukan berarti kau juga harus keluar dari sini” kata direktur RS tadi
Joon Ha keluar, matanya agak merah dan sedikit berkaca-kaba-kalo gak salah lihat. Di belakangnya mantan tunangannya memperhatikannya.
Di kantor, Yoo Hee yang baru datang mematikan ponselnya. Ia menitip pesan kepada sekertarisnya jika ada perempuan yang mencarinya yang bernama Han se ra agar mengatakan ia tidak ada di tempat (kayaknya yoo Hee gak mau ketemu se ra lagi).
“tapi di dalam….” kata sekertarisnya belum sempat menyelesaikan perkataannya, dari dalam muncul Se Ra yang menyapa Yoo Hee.
Sera datang untuk menginformasikan bahwa pertunangan Joon Ha telah putus, sepertinya tunangannya berselingkuh.
Berbekal berita dari Se Ra, Yoo Hee mencoba mengunjungi Joon Ha  di rumah sakit. Saat melihat Joon Ha, Yoo Hee surut hatinya dan mencoba bersembunyi, sementara Joon Ha masuk ke sebuah ruangan. Melihat Joon Ha yang sepertinya sibuk, ia pun melangkah pulang. Tidak berapa lama Joon Ha keluar dan melihat Yoo Hee yang lalu di panggilnya. Yoo Hee berdalih baru saja menjenguk seorang teman dan sekalian mendatangi Joon Ha. joon Ha harus memeriksa seorang pasien pasca operasi, jika Yoo Hee tidak keberatan menunggunya sebentar. Tentu saja Yoo Hee tidak keberatan.
Di apartemen Yoo Hee, Moo Ryong sudah mempersiapkan semuanya saat Johny datang BERSAMA SEUNG MI!! Johny takjub melihat makanan yang di siapkan Moo ryong. Sementara itu, Yoo Hee menelpon Moo Ryong dan meminta maaf karena tidak bisa bergabung karena ia sedang ada urusan.
Yoo Hee sedang men-touch up bedaknya saat seorang perawat menemuinya “anda nona Ma Yoo Hee? dr. Yoo Joon Ha baru saja masuk ruang operasi” Yoo Hee mengerti Joon Ha tidak bisa menemuinya saat itu. Ia terpaksa pulang.
Saat pulang, ia melihat Moo Ryong sedang bercengkrama dengan Seung Mi “kau pikir ini rumahmu? dimana kau bisa dengan bebas mengundang wanita?” tanya Yoo Hee sengit.
“aku yang mengajaknya” jawab Johny yang baru keluar dari toilet. Yoo Hee merasa tidak enak dan meminta maaf. Mereka lalu minum bersama.
Dari obrolan akhirnya diketahui Yoo Hee dan Johnny bertemu pada tahun 2002 saat Piala Dunia, ketika itu Yoo Hee sebagai sebagai pemandu Johny yang pertama datang ke Korea (sekalian ralat di rekap episode satu- soal Johny tuh teman kuliah). Adapun Seung Mi dan Moo Ryong, mereka sudah saling kenal sejak SD dan mulai berkencan setahun yang lalu. Moo Ryong mengatakan mereka contoh sahabat yang berubah menjadi asmara. (jadi Yoo Hee dan Johny pun bisa seperti itu)

Dengan alasan akan mengantar Seung Mi pulang, Moo Ryong sengaja memberi ruang berduaan untuk Johny dan Yoo Hee. Tapi Johny tidak mengerti dan berkata ia juga akan pulang. Moo Ryong lalu meralat ia ingin berekreasi sebentar ke tempat sauna umum. Dan akhirnya mereka berempat pergi kesana.
Berempat mereka duduk sambil memakan telur rebus. Moo Ryong memukulkan telur rebus di kepalanya untuk meretakkan kulit telurnya agar mudah di kupas.

(Rha, kalo yang ini mau gak? nawar2in ke Rha, biar gak colak-colek namja2 RF)
johny mengomentari apakah harus seperti itu aka emangnya gak sakit?
moo ryong bahkan mendemonstrasikannya ke KEPALA YOO HEE, wkwkwk dua kali malah.
“kau juga boleh melakukannya ke kepalaku” kata Moo Ryong, sementara semua telur telah habis terkupas, lucu tampang “ngece/ngeledek” nya Moo ryong
Yoo Hee kesal, dan dia pergi. Johny hendak menyusulnya, namun moo Ryong menahannya “biarkan saja, paling dia ke toilet” Namun tiba2 ekspresi Moo Ryong berubah,
Johny bahkan ikut menoleh
Yoo Hee kembali lagi dan membawa SENAMPAN PENUH TELUR REBUS, wkwkwkwkwwkwk, Yoo Hee kok dikerjain.
Setelah dari sauna, Yoo Hee mengajak mereka minum teh bersama, namun Seung Mi kemudian mengingatkan kalau ia dan Moo ryong akan menghadiri pembukaan bar baru Sung Min.

Akhirnya, kedua pasangan berpisah, Moo Ryong ke bar Sung Min. Sung Min menawarkan Moo ryong agar bekerja padanya sebagai koki dan ia akan memberi gaji yang besar, namun Moo ryong menolak.

Johny dan Yoo Hee minum bersama di apartemen Yoo Hee.

Moo Ryong mengkhawatirkan Yoo Hee, sementara itu Seung Mi mengatakan bahwa Moo Ryong terlihat lebih memperhatikan Yoo Hee di banding dirinya. Moo Ryong mengelak, ia hanya merasa seperti meninggalkan seorang anak di dalam air.

Yoo Hee mulai tertidur dengan gelas anggurnya di tangannya. Johnny mencoba untuk mengambilnya sebelum Yoo Hee menjatuhkannya, tapi ia tiba2 terbangun dan kaget yang malah menyebabkan anggurnya tumpah ke baju Johny.

Yoo Hee akan membersihkan baju Johny, sementara Johny mengatakan tidak apa2 dan menahan tangan Yoo Hee.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s