Witch Yoo Hee Episode 4

Posted: March 13, 2012 in Uncategorized
Seung Mi sudah menemukan dimana alamat Moo Ryong tinggal. Ia berdiri di depan pintu, ragu apakah akan mengetuk pintu atau tidak.
Sementara di dalam, Moo Ryong menggendong Yoo Hee yang pingsan dan basah ke kamar tidur.
Ternyata Yoo Hee demam, dan Moo Ryong berlari berusaha mencatikan obat. Sementara itu, Seung Mi memutuskan untuk tidak jadi mengetuk pintu dan akan pulang kerumah, tidak sengaja Moo Ryong hampir menabraknya saat berlari keluar.
 
Gak tau deh si Seung Mi ngeh apa enggak ma Moo ryong, soalnya dia ngeliat tampak belakangnya aja. kalo Moo Ryong nya mah gak ngeh.
 
Moo Ryong mengompres kepala Yoo Hee, ia menemaninya tidur .
 
Paginya Yoo Hee terbangun, ia kaget saat Moo Ryong dalam tidurnya bergerak dan tidak sengaja tangan Moo Ryong menyentuh dadanya.
Dan pagipun dimulai dengan tampang Moo Ryong yang seperti ini:
wkwkwkwk

Tiba-tiba Presiden Ma, ayahnya Yoo Hee menelpon untuk mengingatkannya untuk segera pergi kerja (?ato mau berbicara soal pekerjaan?). Ternyata presiden Ma menelponnya dari depan pintu apartemennya.
 
Moo Ryong muncul di belakang Yoo Hee dan hendak menanyakan siapa yang terlihat di monitor, Yoo Hee yang panik, berusaha menutup mulut Moo Ryong. Ia mengatakan pada ayahnya ia sedang tidak ada di rumah, sehingga ia tidak bisa menemuinya.
Yoo Hee datang kekantor, sekertarisnya sedang tidak di mejanya dan ia tertarik melihat lipstik dan bedak di meja sekertarisnya. Yoo Hee hendak mencoba lipstik itu tapi buru-buru menaruhnya kembali saat dilihatnya sekertarisnya datang. dan memberitahu seseorang tengah menunggu di ruangannnya. Sebelum masuk ke ruangannya, Yoo Hee meminta sekertarisnya mengumpulkan nama-nama biro jodoh yang bisa ia ikuti. Tiba-tiba dari dalam ruangannya muncul Se Ra. Se Ra heran mengapa Yoo Hee menanyakan soal biro jodoh, apakah ia sudah putus dengan dr. Chae. Mereka meneruskan obrolan di ruangan Yoo Hee, Yoo Hee mengatakan mereka baik-baik saja, biro jodoh itu untuk keperluan pekerjaannya. Se Ra datang karena ia ingin melakukan sedikit operasi plastik sebelum pernikahannya. Yoo Hee dengan cepat mencari alibi, ia mengatakan dr. Chae moo ryong sedang mengikuti seminar di luar negeri.
Moo Ryong mendatangi restoran tempat Seung Mi bekerja, di tangga ia berpapasan dengan Se Ra!! haha, Moo Ryong kembali membuat alasan ia sebenarnya sudah kembali tapi ia belum sempat memberitahu Yoo Hee. Terpaksa Moo Ryong mengiyakan ajakan Se Ra untuk makan malam bersama jumat malam nanti.
Moo Ryong lalu kembali bertemu seseorang, kali ini dengan Johny. Dengan ketus Johny mengatakan kalau Moo Ryong ini mengganggunya dan kalau Moo Ryong tetap begitu ia takkan segan bersikap kasar.

Seung Mi turun hendak menemui Moo ryong, sekilas ia mendengar Johny yang sedang marah. Seung Mi meluruskan kalau kedatangan Moo Ryong itu untuk menemuinya, bukan Johny. Johny nya jadi keki, ia minta maaf dan meninggalkan mereka berdua.
Moo Ryong meminta maaf pada Seung Mi soal rencana peringatan Ultah Seung Mi, ia bahkan menawarkan diri untuk membuatkan kue dan menjalankan rencana mereka kemarin hari ini. Seung Mi menatap Moo Ryong dan bertanya tidakkah ada yang ingin Moo ryong katakan, Seung Mi sebenarnya mengharapkan Moo Ryong bercerita soal masalahnya sampai ia harus bekerja menjadi pembantu. Karena Moo Ryong tidak mengerti juga, akhirnya Seung Mi menanyakan langsung. Jawaban Moo ryong yang mengatakan ada alasan yang membuatnya tidak bisa berterus terang membuat kecewa Seung Mi. Mereka tidak bisa melanjutkan pembicaraan, karena tiba-tiba datang pegawai yang mengatakan seorang asisten koki pingsan.
Dapur sedang membutuhkan sayuran segar, dan Moo Ryong masuk membawanya.
 
Johny terkejut dan merasa terganggu, tapi karena kekurangan orang ditambah para asistennya masih kurang beres kerjanya, ia akhirnya menyuruh Moo Ryong untuk memakai seragam.
Kembali ke rumah, yoo Hee kesal karena Moo ryong membuat janji dengan Se Ra, padahal Yoo Hee sudah susah payah menghindar.
Malam itu kembali Yoo Hee melakukan kencan buta, kali ini Yoo Hee benar-benar terkejut karena pria itu mengatakan menyukainya.

Yoo Hee sangat bahagia, dalam hayalannya taburan bunga menghujaninya. Dengan manis Yoo Hee bertanya apa yang menyebabkan pria itu menyukainya. Mendengar jawaban kondisi = kondisi Yoo Hee yang putra Presiden Ma, menghapus semua rasa bahagia Yoo Hee.

Sementara itu tanpa sepengetahuan Yoo Hee, pak Lee memata-matainya.
Kembali ke rumah, Yoo Hee di marahi moo Ryong. Menurut Moo ryong kalau begitu terus kapan yoo Hee akan mendapat pasangan. Tapi setelah mendengar alasan Yoo Hee, Moo Ryong mengerti dan menanyakan keadaan pria itu (Moo ryong yakin pasti dihajar). Yoo Hee menjawab singkat “mungkin ia masuk UGD” bwahahahaha.
Setelah kejadian itu, tidak ada lagi biro jodoh yang mau menerima Yoo Hee menjadi anggotanya.

Di suatu sudut, pak Lee menerima telpon dari presiden Ma, mereka sudah mengatur sesuatu. Yoo Hee sempat memergoki pak Lee yang berbicara ditelpon dengan ayahnya. Sebelum kena semprot Yoo Hee, pak Lee buru-buru kabur.

Saat sedang makan bertiga dengan Eun Jo dan ibunya, Song Hwa meminjam uang 40ribu dollar pada ibunya. Ibunya yang tahu Song Hwa selalu mencari masalah langsung histeris memarahinya dan menuduhnya membuat masalah. eun Jo yang tak tahan calon suaminya di marahi, hampir saja membocorkan rahasia Moo Ryong. song Hwa berkelit, “kita pasti butuh restoran yang lain saat Moo Ryong kembali nanti”
Song hwa mendapat tugas mengantarkan pesanan, sebenarnya salah satunya adalah tempat yang enggan dia datangi. tapi karena tidak mungkin menyuruh ayah, ibu atau Eun Jo yang mengantar, terpaksa dia pergi juga.
Di tempat bilyard, si pemesan mie menolak mienya dan juga menolak membayar. Song Hwa dengan sabar tetap meminta uang pembayaran, Si pemesan mie yang sedang main bilyard marah dan mulai memukul Song Hwa.
beberapa pria bertampang preman dengan wajah sedikit babak belur datang ke restoran ayah Moo Ryong. mereka mengatakan kalau mie di restoran itu enak sekali dan itu atas rekomendasi Song Hwa. (wkwkwk, berati tadi Song Hwa menang yah?!). Bukannya senang, ibu Moo Ryong justru ketakutan, begitu dilihatnya Song Hwa datang ia memukuli dan memarahinya lagi, ia sangat yakin ada hubungannya dengan uang 40ribu dollar yang dimintanya tadi. Eun Jo datang menghalangi, dan mulai mengatakan rahasia Moo ryong.
suka banget sih jembel-jembel pipi, kemaren Moo ryong dijembel Yoo Hee, sekarang Song Hwa dijembel maknya, wkwkwk

Dengan marah ibu Moo Ryong pergi ke apartemen Yoo Hee untuk melacak anaknya.

Ibu sebenarnya sudah hampir bertemu Moo Ryong di lorong apartemen, tapi Moo Ryong berhasil lolos lewat tangga darurat dan sedang membuka kode pintu saat seseorang menepuk pundaknya. Sudah ketakutan Moo Ryong merasa lega karena yang menepuknya itu Yoo Hee, Moo ryong segera masuk dan buru-buru menutup pintunya, sementara Yoo Hee tetap di luar (wkwkwk). Yoo Hee sempat merasa aneh, tapi ia mengabaikannya dan segera mandi.

Ibu Moo Ryong sadar kalau anaknya punya banyak cara untuk menghindarinya, maka ia pun mencari akal dengan menyamar sebagai petugas laundry. Dan ia pun berhasil menipu Moo Ryong yang mempersilahkannya masuk. Moo ryong tak berkutik, ia terpaksa membereskan pakaiannya. Sementara itu ibu mulai berkeliling dan ia masuk kekamar Yoo Hee, ia sangat menyukai kamar Yoo Hee yang menurutnya adalah kamar impiannya. dengan santai, ibu merebahkan badannya dan merentangkan tangannya di atas tempat tidur.

Yoo Hee baru saja selesai mandi, ia sangat terkejut melihat seseorang tidur di tempat tidurnya, tiba-tiba masuk Moo Ryong “ibu!”. Ia benar-benar merasa tidak enak terhadap Yoo Hee.

Duduk berdampingan di sofa, seperti pertarungan macan tua yang tak punya gigi melawan srigala.

 

wkwkwk, kartun banget, saling menyerang, lengkap dengan indikasi kekuatan senjata…

ibu Moo Ryong  menuduh Yoo hee mengambil keuntungan dari anaknya dan memaksa dia untuk bekerja untuknya. Yoo Hee menunjukkan kontrak, tapi ibu tidak menerimanya, ia merebut dan menyobeknya. Ternyata itu cuma salinannya, Yoo Hee masih menyimpan yang asli dan akan direbut ibu Moo Ryong lagi, kali ini Yoo Hee lebih sigap.
Ibu bersikeras akan membayar hutang Moo Ryong dengan cara apa pun, bahkan jika mereka harus menjual rumah mereka, sehingga ia akan membawa pulang anaknya. Ibu menyeret Moo Ryong keluar, dan Yoo Hee langsung teringat pada masa remajanya, saat ia meratap dan memohon ibunya untuk tidak pergi. Sementara ayahnya tidak melakukan apapun untuk mencegahnya.

Di rumahnya, Moo Ryong kembali di marahi. Dengan berbagai cara, ibunya mencegah YooHee menghubunginya, ponsel Moo Ryong pun selalu diawasi ibunya. Ayah Moo Ryong seperti mengerti kesedihan Moo Ryong, ayahnya akan menyiapkan mie untuk makan Moo ryong dan memintanya untuk membantunya.

 

Yoo Hee yang terbiasa menyuruh ini dan itu pada Moo Ryong, tidak sadar memanggilnya untuk mengambilkan minum dan merasa Moo Ryong sedang memberikannya, padahal semua hanya hayalan. Sementara itu, Moo Ryong yang sedang membuat adonan mie, pada saat yang hampir bersamaan refleks menjawab, “ya nona” padahal tak seorang pun memanggilnya…(hm, ini yang disebut ikatan batin?)

Yoo Hee berada di dapur, ia menatap peralatan memasak Moo Ryong dan membayangkan ada masakan Moo ryong di sana, lagi2 itu hanya hayalannya.

Tiba-tiba Se Ra menelpon dan menanyakan soal janji temu mereka. saat Yoo Hee menjawab tidak, Se Ra langsung menyangka Moo Ryong pasti memutuskannya karena insiden rok melorot (ih, padahal kan dia pelaku utamanya). Yoo Hee terpaksa meralatnya, “tidak bisa kalau hari jumat, aku bisa hari sabtu”

Yoo Hee kembali mencoba menghubungi Moo Ryong soal perubahan rencana pertemuan dengan Se Ra, tapi lagi-lagi Ibu yang mengangkatnya dan tidak membiarkan Moo Ryong menerima telepon.

Terdesak oleh waktu, dengan diantar pak Lee, Yoo Hee pergi ke restoran keluarga Moo Ryong (bawahnya restoran, atasnya tempat tinggal) dengan alasan untuk mengembalikan alat masak Moo Ryong (mangkuk beras dari batu?) yang tertinggal. Sementara ibu marah, ayah Moo Ryong cukup bijaksana menanggapi kedatangan Yoo Hee. Ayah yoo Hee bahkan menyiapkan mie untuk Yoo Hee dan pak Lee. Awalnya Yoo Hee enggan makan, namun Moo Ryong mengaduk mie dalam mangkok Yoo Hee dan dengan manis mempersilahkannya makan.

 
waduh, gak kuku kalo yang nyuruh makan make tatapan begini, wkwkwkw

Akhirnya Yoo Hee makan juga, dan ayah Moo Ryong lalu pamit dan “memaksa” keluarganya keluar untuk memberikan privasi. Yoo Hee menoleh pada pak Lee yang akhirnya terpaksa membawa mangkoknya keluar. xixixi, lucu kalo liat kelakuan pak lee.

Yoo Hee bertanyaapa yang akan terjadi dengan mereka dan kontrak mereka, tetapi Mu-ryong menjawab, “Bukankah sudah jelas? Aku harus kembali. Itu sebabnya kutinggalkan beberapa barangku, kenapa kau membawanya kembali” dan melanjutkan dengan mengatakan mungkin butuh waktu untuk meyakinkan ibunya. Yoo Hee tampak lega namun tidak sabar, ia butuh jawaban besok, dan sebagai imbalannya ia akan kembali mengurangi hutangnya.

Sementara itu, keluarga Moo Ryong memperhatikan mereka dari jendela, mereka mengeluh tidak dapat mendengar apapun. Anggota keluarga penasaran berusaha bertanya pada pak Lee. Pak Lee yang masih menikmati mienya sambil nongkrong menjawab “melihat kelakuan nona Yoo Hee, mungkin ia akan mengirimnya ke penjara”. Kaget mendengar kata penjara, mereka menyerbu masuk, dan ibu berteriak: “Baik. ambil dia, jadikan dia pembantumu, melakukan apapun yang kau inginkan. Tapi kau harus berjanji tidak akan pernah menyebutkan penjara ”

Moo Ryong dan Yoo Hee melihatnya dengan kebingungan.

Yoo Hee menemui Johnny dan meminta bantuan, untuk menguji Mu-ryong. (alasan Yoo Hee bantuin Moo ryong: mungkin ini semacam balas jasa atau Moo ryong mengajukan ini sebagai syarat–gak jelas) Johny sepertinya kecewa, mungkin dia berharap Yoo Hee akan membicarakan hal lain, hal pribadi misalnya—cuma tebakanku. Johny menolaknya, karena tanpa Yoo Hee minta pun, ia sudah merencanakan hal itu.

Moo Ryong sangat senang, dan berterima kasih pada Yoo Hee atas bantuannya. Cara berterima kasih Moo Ryong adalah dengan memeluk Yoo Hee.
dan ini reaksi Yoo Hee bahkan setelah Moo ryong melepaskan pelukannya.
Untuk pengujian, Moo Ryong mendapat tugas untuk membuat omelet, semua asisten koki di dapur Johny melihatnya dengan penuh  rasa ingin tahu. Yoo Hee menunggu dengan gelisah di luar, sementara Seung Mi masuk ke dapur untuk bisa melihatnya.
Moo ryong melangkah keluar tanpa semangat, Yoo Hee langsung menebaknya gagal, padahal ternyata BERHASIL. “lalu kau kenapa murung?” tanya Yoo Hee.
“karena walau aku hanya bekerja saat shift makan siang, aku tidak akan bisa total mengurus keperluanmu lagi. Aku merasa menyesal. ” jawab moo ryong
Yoo Hee menjawab tidak apa-apa, asal, kalau saat ia di luar shiftnya, ia akan memberi perhatian penuh padanya. Yoo Hee lalu melangkah pergi.
“Tunggu. Ku rasa aku harus memberitahumu …” kata Moo Ryong memegang pundak Yoo Hee dari belakang, ia lalu melanjutkan bahwa ia tidak akan melupakan apa yang telah Yoo hee lakukan untuknya, dan ia berjanji akan membayar suatu saat nanti. (Yoo Hee tampak kecewa, apa mungkin berharap sesuatu yang lebih?) Mereka lalu pergi bersama, tidak berapa lama, datang seung Mi yang mungkin ingin mengucapkan selamat kepada moo Ryong mencari-carinya dan tidak menemukannya.
 
Moo ryong dan Yoo Hee langsung akan ke pertemuan dengan Sera, Yoo Hee menatap Moo Ryong dan menanyakan soal pakaiannya. Terpaksa Moo ryong menuruti cara berpakaian yang Yoo Hee minta. Saat Moo Ryong menerima telepon, Yoo Hee berjalan terlebuh dahulu ke arah lift. Saat menunggu lift itulah, Yoo Hee bertemu Joon Ha yang ternyata akan ikut dalam pertemuan dengan Se Ra. Melihat ekspresi Yoo Hee, Joon Ha tahu kalau Sera tidak bercerita bahwa Joon Ha juga diundang. Saat pintu lift terbuka mereka berdua masuk, Joon Ha berdiri di bagian belakang, sementara Yoo Hee di dekat pintu. Yoo Hee melihat Moo ryong berlari ke arah lift, tapi bukannya Yoo Hee menahan pintu lift, ia malah sengaja menutupnya…. weeeeeeeeeeeeeeee……
hanya berdua di dalam lift, Yoo Hee merasa Joon Ha mendekat……..untung dinding liftnya bukan stainless steel yang mirror, kalo iya ekspresi Yoo Hee kelitan semua..wkwkwk
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s