Witch Yoo Hee Episode 12

Posted: March 13, 2012 in Sinopsis
Moo ryong datang ke lokasi syuting iklan karena permintaan Yoo Hee, sementara ia mengurus kliennya., Yoo Hee meminta Moo ryong menunggunya di Ruang make up.
Setelah membereskan urusan kliennya, Yoo Hee menemui Moo ryong, dan ereka mulai percakapan seru dan bermain2 dengan wig yangada disana.

Menyangka semua orang sudah keluar, setelah membereskan peranti syuting, pak Lee, Hee Jung dan kru produksi iklan pulang. Terakhir bagian keamanan mulai mematikan lampu2.

 

Moo Ryong dan Yoo Hee yang masih berada di ruang make up terkejut saat lampu tiba2 padam. Moo Ryong mengeluarkan Ponselnya (kalo gak salah) sebagai penerangan sementara.

Sama-sama terkejut berdiri dalam posisi berdekatan, Moo Ryong mulai mencari jalan keluar. Mereka melihat ada harapan saat mendengar suara pintu di tutup, mereka mulai mencari arah suara. Sayang pintu2 keluar sudah di kunci, dan percuma mereka memanggil2 dan menggedor, karena si petugas sedang memakai earphone.

Yoo Hee mulai mencari2 ponselnya di tas namun tidak menemukannya. Moo ryong me-misscall ponsel Yoo Hee (wuih quickdial no.1!!), tapi tetap tidak di temukan. Sementara Moo ryong mencari2 sesuatu, Yoo Hee  meminjam ponsel Moo ryong untuk menelpon. Yoo Hee (yang mungkin jaim) agak berbelit meminta  tolong pada Joon Ha, ditambah ia panik saat Moo Ryong dengan senang memberitahu ia menemukan senter.

Yoo Hee terpaksa memberitahu ia terjebak bersama Moo ryong, namun belum sempat ia memberitahu lokasi dimana ia terjebak, ponselnya mati karena lowbatt.

Joon Ha terlihat khawatir, mungkin lebih karena Yoo He terkunci berduanya dengan Moo ryong. Ia bergegas keluar membawa mobilnya.

Yoo Hee melampiaskan kemarahannya pada Moo Ryong. Ia menganggap semua adalah salahnya Moo Ryong, kenapa dia harus datang, kenapa harus main-main dengan wig di ruang make up, kenapa dan kenapa.

Moo Ryong tidak terima dan membela diri. Dia kesana karena Yoo Hee menelpon memberitahu butuh bantuannya,  ia bisa saja bilang tidak dan tak perlu datang. ,Moo Ryong akhirnya mengatakan ia menyesal telah datang.


Keduanya marah dan jengkel, Moo Ryong melampiaskannya dengan menendang sesuatu, sementara Yoo Hee pergi. Ia mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa di pakai untuk keluar, dan merasa melihatnya di atas kardus di rak paling atas. Ia terus berusaha berjingkat untuk mengambilnya. (waduh neng, sepatu hak tingginya mestinya di copot dulu.

Moo Ryong mulai khawatir karena agak lama tidak melihat atau mendengar Yoo Hee, ia pun mulai mencarinya.

Yoo Hee hilang keseimbangan dan akan jatuh, namun Moo ryong datang dan dengan sigap menangkapnya. Tanpa di duga, kardus yang tadi hendak di ambil Yoo Hee terjatuh dan isinya berhamburan menimpa keduanya.

Moo Ryong berusaha melindungi Yoo Hee, jadi barang-barang tadi mengenai punggungnya. Untungnya barangnya cuma pernak2 kecil yang gak bikin kenapa2 kalopun nimpa orang.

Yoo Hee berdiri tertatih karena sakit di kakinya akibat jatuh tadi, Moo ryong membantunya. Mereka lalu kembali ke set syuting (sebuah rumah kecil lengkap dengan halaman dan tanaman bunganya).

Johny sedang berganti pakaian, saat tiba-tiba Seung Mi masuk untuk mencari Moo Ryong. Seung Mi membalikkan badannya sementara Johny buru-buru mengganti pakaiannya. Dari Johny, Seung mi tahu kalau Moo Ryong sedang pergi karena di telpon Yoo Hee.

Moo Ryong melihat Yoo Hee yang lunlai duduk di “beranda rumah”, ia lalu melakukan beberapa trik sulap untuk mencairkan suasana.

 

Yoo Hee sangat antusias melihatnya. Ia bahkan meminta lagi dan lagi.

Seung Mi bergegas menuju apartemen Yoo Hee, ia berkali2 memencet bel, amun tak ada jawaban. Dengan berat hati seung Mi lalu pergi. saat akan masuk lift, dari dalam lift keluar Joon Ha. Seung Mi memanggil Joon Ha, “sepertinya kau belum memiliki hati Yoo hee sepenuhnya, ya?” tanya Seung Mi, tapi ia tidak mendapatkan jawaban dari Joon Ha yang malah pergi, mungkin penasaran pengen ngecek apartemen Yoo Hee sendiri.

Yoo Hee dan Moo Ryong lalu terlibat percakapan, kali ini Moo ryong sudah duduk bersebelahan dengan Yoo Hee.

Mereka mulai dengan makanan yangmereka inginkan yang mengesankan yang pernah mereka makan.
“aku mau makan mie (buatan ayahnya)”
“aku mau makan sup kacang (buatan Moo ryong)”
“aku mau makan spagethi (buatan Yoo Hee)”
“pembohong”
“itu kan masakanmu yang pertama, mana mungkin aku melupakannya.”
Baru saja Yoo Hee merasa terkesan dengan pujiannya Moo ryong melanjutkan “spagethi yang sangat kacau” wkwkwk itu namanya diangkat tinggi trus di banting!!

Yoo Hee lalu bertanya sejak kapan Moo Ryong tertarik dunia masak memasak, yang di jawab sejak kecil karena melihat ayahnya.Dia sempat berusaha untuk menjadi seorang dokter karena ibunya, dan ia juga kebetulan cukup pintar, namun ia merasa itu bukan yang di sukainya.
Saat Moo Ryong lalu balik bertanya mengapa Yoo Hee memanggil ayahnya dengan Presdir, Yoo Hee menjawab “sejak kecil aku di besarkan seperti itu, karena ia mendidikku sebagi seorang presdir bukan sebagai ayah. Ia mendidikku bukan sebagai putrinya, tapi sebagai ahli waris.”

Yoo Hee menghela nafas dan menyenderkan kepalanya ke tiang.

Joon Ha berpikir keras di mobilnya. Ia mencoba menelpon Yoo Hee namun tak ada jawaban dan dengan frustasi membanting ponselnya.

Yoo Hee mulai tertidur dan sesekali kepalanya ngagaleong (halah, bahasa apa lagi ini?!!wkwkwk). Moo ryong melihatnya dan merasa kasihan, lalu disenderkannya kepala Yoo Hee di bahunya.

Yoo Hee bergumam “maaf”. Menyangka Yoo Hee sudah tidur dan itu cuma igauan tanpa sadarnya Yoo Hee,
Mu-ryong menjawab, “untuk apa? aku yang minta maaf. Aku tadi berbohong saat aku bilang aku menyesal datang ke sini. Aku merindukanmu. Aku tidak menyesal telah datang”.
Moo Ryong lalu menyenderkan kepalanya juga ke Yoo Hee. Ternyata Yoo Hee membuka matanya, dan sepertinya ia mendengar kata2 Moo ryong.

Paginya, dapur sudah sibuk, sementara Moo ryong belum datang.

Yoo Hee dan Moo ryong terbangun saat pintu akhirnya di buka pagi itu, bergegas mereka berlari keluar.

Acara ultah Grup Mk di adakan secara outdoor di sebuah tempat. Joon Ha menunggu dengan gelisah, ia belum menemukan di mana Yoo Hee. Presdir Ma datang bersama Falan dan menanyakan Yoo Hee “kau tidak datang dengan Yoo Hee?” tanyanya.
Joon Ha menjawab tidak, karena Yoo Hee berangkat langsung dari kantornya. Pak Lee yang ada disana menyangkalnya, menurutnya Yoo Hee hari itu tidak ke kantor. Tapi saat di lihatnya Joon Ha mulai salah tingkah, pak Lee meralatnya dengan mengatakan mungkin nona Ma berangkat dari rumahnya. Joon Ha terlihat lega (wew, Joon Ha nih mencurigakan)

Sayangnya jalanan tidak memihak mereka, jalan yang mereka lalui macet dan Yoo Hee terkantuk2 di kursi pengemudinya. Akhirnya Moo Ryong menggantikannya. Saat di lihatnya jalur bus kosong, Yoo Hee meminta Moo ryong masuk jalur bus, dan sialnya ternyata ada polisi yang mengawasi dan menghentikan mobil mereka.

Moo Ryong dan Yoo Hee berlari masuk ke tempat acara sambil berpegangan tangan. Mereka lalu melepaskan tangan saat melihat Joon Ha.

Joon Ha sudah terlanjur marah, ia mencengkram baju Moo ryong.

Yoo Hee menengahi dan mencoba menjelaskan semua mengapa sampai ia dan Moo Ryong bisa terkunci bersama.

Joon Ha membawa Yoo Hee pergi, Moo Ryong lalu di kagetkan dengan pertanyaan Seung Mi (yang mungkin liat kejadian tadi) “jadi kau semalaman bersama Yoo Hee? katamu kontrak kalian sudah berakhir.”
Moo Ryong tidak bisa memberi penjelasan apapun. Seung Mi lalu sibuk dengan pekerjaannya, dan Moo Ryong naik tangga menuju dapur.

Di dapur, semua sibuk, Johny memberikan instruksi termasuk memberi tahu ada salah satu tamu yang punya alergi almond.

Moo Ryong datang tepat setelah semua instruksi di berikan, dan ia segera diminta ganti seragam oleh Johny. Mari menempelkan instruksi Johny di papan. Dapur mulai sibuk dan Mari kembali menempelkan banyak post it instruksi/pesanan di papan tadi.

Sementara itu, di saat yang lain sibuk, dimejanya Falan iseng memasukkan lada ke dalam gelas anggur Joon Ha.

(aku pengen punya alat penghancur lada yang diputer2 begitu :P)

Joon Ha terkejut hampir muntah saat minum anggurnya. Presdir Ma heran dan mengatakan anggurnya enak kok, wkwkwk. Joon Ha sepertinya tahu Falan adalah pelakunya, dan saat ia menoleh ke arah Falan, Falan memeletkan lidahnya.

 

Tapi tidak bisa berbuat apa-apa, soalnya disitu kan ada Yoo Hee ma presdir Ma……..

Tiba2 terjadi kepanikan, seorang tamu kejang-kejang.

Joon Ha segera memberi pertolongan pertama. Diagnosanya adalah, tamu tadi kena reaksi alergi.

Seung Mi bergegasmemberi tahu Johny yang masihdi dapur soal kejadian itu.

Ingatan Johny melayang saat seseorang Colaps karena alergi saat ia menjadi koki.
johny lalu bertanya kepada para asistennya siapa yang telah membuat saus almond untuk lobster, dan menerima jawaban “Moo Ryong”. Mari menyalahkan Moo Ryong yang tidak membaca papan instruksi. Moo Ryong ingat, saat selesai berganti seragam, ia sedang berusaha membaca semua instruksi saat tiba2 Johny memanggilnya untuk memotong sayuran.

Presdir Ma memanggil Johny dan menanyakan siapa yang harus bertanggung jawab atas kesalahan itu. Johny bersedia bertanggung jawab, tapi Moo ryong menyela dan mengakui itu kesalahannya. Presdir Ma lalu menampar Moo Ryong, dan meminta Johny memecatnya. “kalu kau berani muncul lagi dihadapanku, berhati2lah!”.

Melihat semuanya, Yoo Hee akan berdiri (mungkin mau ngakuin kalo itu semua hanya efek domino dari kesalahannya) namun tangannya di tahan Joon Ha.

Presdir Ma keluar, lalu Joon Ha juga mengajak Yoo Hee pergi, sementara Moo Ryong masih memegangi pipinya.

eung Mi mengejar Yoo Hee “apa kau tak sadar apa yang terjadi pada Moo Ryong itu semua salahmu? Dia menjadi seperti itu karena kau!”
joon Ha berusaha membawa Yoo Hee pergi dan tidak menghiraukan Seung Mi, namunYoo Hee yang memang dari awal sudah merasa bersalah bertanya “apa salahku?” .

“Dia bukan tipe orang yang teledor. Kalau saja kau tidak meneleponnya kemarin, Tidak, kalau saja ia tidak terlambat hari ini, semua ini takkan terjadi ”
Moo Ryong lalu meminta Seung Mi diam “jangan menyalahkan orang lain” katanya, dak ia juga mempersilahkan Yoo Hee pergi.
Seung Mi berteriak dengan agak histeris ” perempuan ini. telah menghancurkan hidupmu! ”
“ayo, jangan dipikirkan.orang-orang seperti mereka sama saja. Jangan kau perdulikan” Joon Ha mengajak Yoo Hee pergi.

Moo Ryong lalu ke dapur mengecek papan instruksi, ia menemukan catatan mengenai tamu yang alergi di tumpukan terbawah.

Yoo hee menemui kliennya. Sementara kliennya berbicara panjang lebar,Yoo Hee malah terus memikirkan Moo ryong yang tadi pagi di tampar ayahnya. Kliem kemudian menanyakan pendapat Yoo Hee. Yoo yang memang pintar berdiplomasi menjawab secara garis besar “ya, aku bisa melihat kelebihannya dibandingkan produk yang lain”.
Kliennya puas dan mengajak makan malam, namun Yoo Hee menolak dengan alasan sudah ada janji.

Di restoran Johny, Moo ryong menyampaikan surat pengunduran dirinya, ia juga minta maaf karena telah menodai citra Johny.
Johny menerima suratnya, ia berkata sebenarnya ia sangatmenyuki Moo ryong baik secara profesional maupun teman) tapi kesalahan Moo ryong kali ini terlalu besar. Menurutnya memasak itu bukan hanya butuh teknik dan bakat, kalau tidak tahu mengolahnya, makanan bisa berubah menjadi racun bagi yang memakannya. Ia juga mengingatkan bahwa ada kemungkinan Moo ryong takkan bisa memasak lagi”

Moo ryong keluar dari restoran membawa serta seluruh pakaiannya dan kembali ke rumah.

“apa kau dipecat?” tanya ibu kepada Moo ryong yang datang bersama seluruh pakaiannya.

Yoo Hee menemui Johny, Ia mencoba meyakinkan Johnny agar tidak memecat Moo Ryong. Namun Johnny menolak, menurutnya kesalahan Moo Ryong itu terlalu besar. Ponsel Yoo Hee terus berdering, namun ia tidak mengangkatnya, ia memilih melanjutkan pembicaraannya mengenai Moo ryong dan kemungkinan keikutsertaannya dalam lomba memasak. Ternyata ikut lombapun sudah tak bisa.

Joon Ha mencoba menelpon Yoo Hee beberapa kali, namun tak satupun yang di angkat. Ia mengingat pertemuan dengan Presdir Ma “aku sudah melakukan penyelidikan. Percepat pernikahan kalian. Hanya itu cara agar kau bisa memiliki RS itu” (hwaaa, bener2 dah, yoo Hee cuma jadi alat transaksi).

“jadi apa rencanamu? kalau kesalahanmu sangat besar kau akan sulit untuk bekerja di tempat lain” tanya ayah pada saat makan malam keluarga, ada Seung mi juga di sana.
Ibu menjawabnya, bahwa Moo Ryong tidak perlu khawatir, ia bisa saja ke sekolah kedokteran. Moo Ryong mulai protes, sehingga ibu meralatnya menjadi pekerjaan itu tidak cuma menjadi koki, masih banyak pilihan pekerjan yang lain.
“bagaimana soal belajar ke luar negeri? aku bisa menemaninya sambil belajar juga” Seung Mi memberikan pendapat
“kalian akan menikah?” orang tua Moo Ryong tampak terkejut dan senang.
“Tidak Kami tidak akan menikah.” bantah Moo ryong, Seung Mi terlihat kecewa.
Ayah berkata dengan bijak “itu berarti mereka belum mendiskusikannya”

Moo ryong mengantar Seung Mi pulang, ia berusaha agar bisa berbicara dengan Seung Mi.
“Moo Ryong, kau kejam padaku”
moo Ryong mencoba memberikan alasannya dan mempertanyakan kelakuan Seung Mi akhir2 ini, namun Seung Mi kemudian balik bertanya “harusnya aku yang bertanya, ada apa denganmu? (gak apa2 kok, cuma Arielnya sementara ga bisa nyanyi….gubraks) apa semua karena Ma Yoo Hee?”

Seung Mi juga mengatakan, sejak Moo Ryong bertemu dengan Yoo Hee, tingkahnya aneh. Karena Yoo Hee, Seung Mi tidak bisa tenang.
Moo Ryong mulai tidak sabar, “Hentikan!” katanya dengan lantang, kaget dengan nada suaranya sendiri, dengan nada yang lebih rendah mengulang kata-katanya, “Hentikan. Aku tidak ingin menikah. ”

Seung Mi terpancing emosi, ia menantang Moo ryong, “Tidak, lihat saja nanti. Kita pasti menikah, aku tidak akan menyerah!”

Di apartemennya, Yoo Hee kembali melihat post-it Moo Ryong di kulkas. Ia lalu memikirkan alasan untuk menelpon Moo Ryong. Moo Ryong meminta agar Yoo Hee jangan menghiraukan kata2 seung Mi tadi pagi, dan ia baik2 saja. Ia akan menutup telponnya saat Yoo Hee lalu memintanya datang.

Yoo Hee meminta Moo ryong datang dengan alasan agar Moo ryong membawa beberapa piringnya  yang tertinggal.

Moo Ryong mengingatkan bahwa piring itu sudah ada semenjak ia masuk dulu. Lalu menggoda Yoo Hee dengan bertanya apakah Yoo Hee membuat2 alasan agar dia datang. Yoo Hee membantahnya, ia lalu meminta Moo ryong duduk sebentar setidaknya untuk minum teh.

Tiba2 bel berbunyi, Joon Ha yang datang. Moo ryong mengambil sepatunya dan berjingkat masuk ke kamarnya yang dulu.

Joon Ha datang karena Yoo Hee tidak mengangkat telpon darinya, dan bertanya apa dia sakit. Yoo Hee menjawab tidak dan mempersilahkan Joon Ha masuk. Moo Ryong mencoba pergi tanpa ketahuan, ia keluar dari kamar persembunyiannya dan tak sengaja mendengar obrolan Joon Ha dan Yoo Hee.

Joon Ha mengatakan, saat mereka bersama-sama terasa seperti mereka sudah menikah. Dia juga melanjutkan, bahwa dia tidak pernah merasa begitu nyaman dengan seseorang sebelumnya, bahkan dengan mantan tunangannya.

Moo ryong berhasil keluar, namun kunci elektrik pintu Yoo Hee sedikit mengeluarkan bunyi saat ia membuka dan menutupnya dengan cepat. Joon Ha curiga, namun Yoo Hee menenangkannya dengan mengatakan ia tak mendengar suara apapun.

 

Esoknya audisi untuk Song Hwa di kantor Yoo Hee. Awalnya akting Song Hwa mendapat pujian. Tetapi ternyata ia melakukan gerakan yang sama saat diminta akting ekspresi lain.

Song Hwa pulang dengan murung, audisinya gagal. Ibu menanyakan prosesnya, yang lalu di ceritakan Mi Gyung. Saat audisi, karena akting tidak bagus, perusahaan Yoo Hee mencoba menggali kelebihan Song Hwa. Mi Gyeung mengusulkan Taekwondo, namun saat diminta  menunjukkan kebisaannya, Song Hwa bahkan tidak bisa mengangkat kakinya.

Song hwa kesal dan marah, ia pun pergi keluar. Ibu lalu menjelaskan kepada Mi Gyung bahwa Song Hwa yang saat  SMA terpilih masuk tim nasional, tidak bisa lagi melakukan Taekwondo sejak ia tak sengaja melakukan tendangan yangternyata melukai sesama atlet sekaligus sahabatnya yang menyebabkan kakinya lumpuh.

Song Hwa melihat anak2 sedang berlatih Taekwondo dengan tatapan sedih. Datang Mi Gyung yang lalu menghibur dan memeliknya “apapun kata orang, untukku kau yang terhebat!!”

Yoo Hee terus menatap ponselnya, mempertimbangkan akan menelpon Moo Ryong, dan langsung terlonjak kaget saat tiba2 ponselnya berbunyi.

Seung Mi menemui Moo Ryong yang menunggunya, dan menanyakan ada apa.

“aku hanya ingin membayar semua hutang kencanku”

Yoo Hee sedang di dalam mobil bersama Joon Ha. “mau kemana kita?” tanyanya

“itu rahasia” jawab Joo Ha mencoba membuat Yoo hee penasaran. Bisa jadi tadi yang telp masuk bikin kaget itu telp dari Joon Ha.

Moo Ryong dan Yoo Hee melihat suasana malam kota, dalam diam……gak keliatan kayak orang yang lagi mo bayar hutang kencannya tuh si Moo ryong.

 
Joon Ha mengajak Yoo Hee ke dalam sebuah gedung, dan mereka berakhir di stadion mini lengkap dengan meka dan sepasang kursi makan, mirip ma bayangan Yoo Hee waktu di kasih surprise ma Moo ryong tempo hari.
Tapi di situ justru Yoo Hee teringat kencan sederhana dan murah meriahnya dengan Moo Ryong.
Moo ryong dan Seung Mi lalu makan malam berdua. Seung Mi dengan senang memakan makanannya, tapi ia semangatnya langsung hilang saat dilihat Moo ryong terus terdiam. Seung Mi mencoba mengajak Moo Ryong berbicara, tapi rupanya Moo ryong sudah tidak tahan lagi menyimpan beban di hatinya “Seung Mi, soal kita, soal hubungan kita, aku ingin kau memikirkannya kembali”

“apa maksudmu?” mata Seung Mi mulai berkaca-kaca.

 

Dan Yoo Hee terlihat di terkejut saat Joon Ha mengeluarkan cincin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s